Hi Sobat Sehat,


Anak-anak lebih rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi DKI Jakarta tahun 2018, diketahui bahwa di Jakarta masih 37% anak usia 6-12 tahun dan 43% anak usia 0-5 tahun yang memiliki gigi berlubang. Selain itu, hanya 15% anak usia sekolah dan 13% anak usia dini yang mendapatkan tindakan perawatan kesehatan gigi dan mulutnya yang bermasalah. Cakupan angka kejadian gigi berlubang yang cukup memprihatinkan, tidak sejalan dengan capaian tindakan perawatan yang rendah. Faktanya, gigi dan mulut merupakan “pintu gerbang” masuknya kuman dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya.

Puskesmas perlu melakukan optimalisasi program kerja terkait pelaksanaan pemantauan kesehatan gigi dan mulut anak. Puskesmas berperan sebagai koordinator, pembimbing dan motivator, serta bersama dokter gigi melakukan perencanaan kesehatan gigi dan mulut (Pratiwi et al, 2014). Berkaitan dengan Pandemi Covid-19, perlu dikembangkan suatu sistem layanan digital yang apik. Achmad et al (2020) menyatakan bahwa teledentistry sebagai sarana evaluasi virtual status kesehatan gigi dan mulut masyarakat, juga mampu meningkatkan upaya penanganan kesehatan gigi dan mulut, terutama di masa pandemi Covid-19, yang mulai bertransformasi menjadi endemi global.

Sistem layanan digital terhadap pemantauan perkembangan kesehatan gigi dan mulut anak di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru selanjutnya dikembangkan melalui aplikasi berbasis kecerdasan artifisal yang disebut dengan Senyumin, akronim dari Senyum Sehat Anak Indonesia. Senyumin hadir sebagai solusi inovatif bagi orang tua maupun dokter gigi Puskesmas untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak.

Senyumin dapat digunakan bagi anak berusia 0-12 tahun. Orang tua selaku user melakukan pemotretan 5 sisi kemudian mengunggah di laman Senyumin untuk selanjutnya dapat ditelaah mengenai diagnosis prioritas maupun rekomendasi tindakan untuk anak tersebut. Tidak hanya itu, Senyumin juga memudahkan dokter gigi dalam perannya sebagai pelaksana lapangan program UKGM di Posyandu bagi anak usia 0-5 tahun, dan UKGS di Sekolah Dasar bagi anak usia 6-12 tahun.

Achmad, H., Tanumihardja, M., dan Ramadhan, Y. F. 2020. Teledentistry as A Solution in Dentistry during Covid-19 Pandemic Period: A Systematic Review, International Journal of Pharmaceutical Research, 12(2): 272-278.

Pratiwi, D. A., Susanto, H. S., dan Udiyono, A. 2016. Gambaran Pelaksanaan Kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dan Skor Plak Murid: Studi pada SD dan Sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Padangsari Kota Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(4):341-349.



Salam Sehat!